Dari Abu Hamzah Anas Bin Malik, ra, pembantu Rasulullah Saw, dari Nabi Saw bersabda, “ salah seorang diantara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)
Berukhuwah itu indah, mungkin itu yang saat ini tengah dirasakan oleh para peserta, panitia dan guru pada acara Indonesia Quran Camp KU. Berkumpul dengan visi dan misi yang sama. Sama-sama bertekad untuk menjadi penghafal quran, sama-sama berjuang untuk kelak mendapatkan gelar sebagai ummat terbaik dan bersama menginginkan hidup dalam naungan Al Quran. Rasanya tak manusia yang bisa hidup sendirian, semua manusia siapapun itu secara fitrah menyukai ukhuwah, hanya golongan syetan yang membenci ukhuwah. Indahnya ukhuwah tak bisa dibeli dengan harta berharga atau semahal apapun. Bahkan keimanan yang sempurna dilihat dari bagaimana kita ber-ukhuwah, yakni mencintai saudara kita melebihi cinta kita kepada diri sendiri.
Pertanyaannya apakah kita mencintai ukhuwah? Atau malah membencinya? Mau jadi golongan pencinta atau pembenci? Para peserta IQC sepakat memilih mencintai ukhuwah, tak perlu dipaksakan karena memang alamiahnya cinta adalah fitrah, maka ukhuwah adalah fitrah.
Para peserta IQC menunjukkan kepada kita tentang indahnya ukhuwah. Tentang bagaimana saling menjaga, salig mengenal, saling membantu, saling melengkapi, saling memotivasi, saling mengingatkan meski bias jadi baru bertemu di sini. karena mereka memiliki satu tujuan yakni menjadi generasi penghafal quran calon pemimpin masa depan. Terlebih saat ini mereka jauh dari keluarga, maka para peserta dan panitia dan guru saat ini adalah keluarga, bukan karena sedarah akan tetapi se-aqidah. Dan tak ada ikatan yang jauh lebih kuat daripada aqidah Islam.
#SekolahTahfizhTerbaik
#STPKhoiruUmmah
#IndonesiaQuranCamp
#KemahnyaParaPenghafalQuran
#CiaterSubang

